O-KOKU
卓球王国

The worlds leading table tennis magazine, since 1997

O-KOKU
Monster asli yang berkuasa selama 50 tahun, “Mark V” Yasaka

Monster asli yang berkuasa selama 50 tahun, “Mark V” Yasaka

裏ソフトラバー yang sangat laris di Jepang sepanjang masa adalah “Mark V”. Saat diluncurkan pada 1969, rubber ini disebut “memantul terlalu besar dan tidak bisa dipakai”, tetapi kini dijual sebagai “untuk pemula”. Artikel ini ditulis dalam edisi khusus O-KOKU tahun 2020. (Dari “Monster Laris Panjang” yang dimuat dalam buku terbitan khusus “卓球グッズ2020”)

Yasaka, yang untuk pertama kalinya di dunia merilis 裏ソフトラバー, meluncurkan “Mark V” ke dunia pada 1969

 Awal 1950-an adalah masa berlimpahnya rubber. Selain 一枚ラバー yang muncul sekitar tahun 1902 dan telah lama digunakan, muncul sponge, 裏ラバー dengan membalik 一枚ラバー, serta 二段裏ラバー dengan menumpuk dua lembar 裏ラバー. Selain itu, juga dikembangkan 表ソフトラバー dengan menempelkan 一枚ラバー pada sponge, dan 裏ソフトラバー dengan menempelkan 裏ラバー pada sponge. Dibandingkan dengan 一枚ラバー standar, semuanya disebut “rubber khusus”.

 Yasaka adalah pihak yang pertama kali mengembangkan dan menjual 裏ソフトラバー, yang kini menjadi arus utama. Saat itu 裏ソフトラバー disebut “soft rubber” atau “sandwich rubber”, dan dunia merilis 裏ソフト pertama dengan nama “Soft Rubber”. Namun karena “Soft Rubber” menjadi sebutan umum untuk 裏ソフト, Yasaka mengubah nama produk menjadi “Original”. Nama ini memuat makna bahwa rubber tersebut adalah 裏ソフトラバー yang pertama (original). Inilah rubber asal usul 裏ソフト.

 Pada masa itu, ketika belum ada pembatasan ketebalan rubber, Toshirō Tanaka menjadi juara dunia 1955 dengan memakai “Original” 7 mm. Pada 1959, aturan diubah sehingga ketebalan rubber dibatasi hingga 4 mm, dan hingga pertengahan 1960-an “Original” berbahan utama karet alam menjadi arus utama 裏ソフト.

 Yang mengubah arus itu adalah “Sriver” yang dirilis Butterfly pada 1967. Dengan memvulkanisasi karet alam dan karet sintetis, elastisitas dan kemampuan menghasilkan 回転 meningkat drastis. Dua tahun kemudian, Yasaka menyusul dengan merilis “Mark V”. Menurut salah satu pendapat, “Mark V” dikembangkan pada waktu yang sama dengan “Sriver”, tetapi karena performanya terlalu bagus, Yasaka dikatakan mengamati dulu apakah produk ini akan diterima pasar. Kedua rubber ini disebut “裏ソフト ber-elastisitas tinggi dan gesekan tinggi”.

 Pada awalnya, baik “Sriver” maupun “Mark V” dijauhi oleh para 選手 karena dianggap “memantul terlalu besar sehingga tidak bisa dikontrol”. Para 選手 top Jepang yang menggunakan “Original” ragu memakai kedua rubber ini, tetapi di saat itu para 選手 Eropa berani mencoba rubber baru. Pertama, para 選手 Hungaria mulai menggunakan “Sriver”, lalu para 選手 Swedia mulai menggunakan “Mark V”.

 Titik balik besar terjadi pada Kejuaraan Dunia 1971 di Nagoya. Dalam nomor Tunggal putra, Bengtsson dari Swedia menjadi juara dengan memakai “Mark V”, sementara dalam nomor Ganda putra, Jonyer dan Klampár dari Hungaria menjadi juara dengan memakai “Sriver”. Itulah gelar dunia pertama yang diraih dengan rubber ber-elastisitas tinggi dan gesekan tinggi.

 Dari sini, dunia Tenis meja mulai bergerak sekaligus ke era “Mark V” dan “Sriver”. Tentu Jepang pun tidak terkecuali. Kedua rubber ini sangat mirip dalam performa dan resep produksinya. “Mark V” menggunakan sponge berwarna krem, sedangkan “Sriver” menggunakan sponge berwarna oranye, dan di kalangan 選手 dikatakan bahwa “Mark V membuat ボール lebih masuk, rasa menahannya lebih baik, dan menghasilkan ボール dengan 回転 berat” serta “Sriver memiliki lintasan ボール yang agak lurus, dan Smabush juga lebih mudah dilakukan”. Pilihan itu hanya sebatas perbedaan sensasi kecil dari masing-masing 選手.

 Setelah itu, di Eropa mulai dilakukan penempelan perekat dengan kadar volatil tinggi pada rubber (speed glue), membuat rubber mengembang dan memberikan tension pada rubber, sehingga elastisitas rubber meningkat drastis. “Mark V” dan “Sriver” dilapisi speed glue, lalu “Bryce” (Butterfly) yang dirilis kemudian juga dilapisi speed glue, dan Tenis meja memasuki era supercepat. Arus ini berlanjut hingga speed glue dilarang pada 2008.

 Dengan larangan speed glue, semua orang mengira “Mark V” dan “Sriver” hampir selesai sebagai produk. Terutama “Tenergy” (Butterfly) yang dirilis pada tahun itu menciptakan arus spin-type tension yang mewarisi era speed glue dan era baru perlengkapan.

Konten ini adalah konten berbayar

Dengan berlangganan, Anda dapat mengakses semua artikel berbayar