O-KOKU
卓球王国

The worlds leading table tennis magazine, since 1997

O-KOKU
“Penghancuran” dan “penciptaan” oleh WTT. Akankah WTT Yokohama kembali menjadi lahan euforia?

“Penghancuran” dan “penciptaan” oleh WTT. Akankah WTT Yokohama kembali menjadi lahan euforia?

Mantan Yokohama Bunka Taiikukan, tempat pernah digelarnya Japan Open, Asian Cup, dan Grand Finals, kini lahir מחדש sebagai BUNTAI dan menjadi panggung WTT pada 2025 lalu. Para penggemar tenis meja yang mengenal masa itu pasti akan terkejut melihat event ini.
Apakah ini kritik terhadap sang perusak, atau pujian bagi sang pencipta?

Kelompok usia 20-an hingga 30-an menjadi pusat perhatian, dan lapisan penggemar berubah besar-besaran

 Banyak penonton tersedot masuk ke Yokohama BUNTAI di tengah musim panas. Begitu masuk arena, yang terasa adalah ruang bernuansa cool dan ungu. Lalu, sorak-sorai bernada tinggi pun bersahut-sahutan. WTT Champions Yokohama yang berakhir pada 11 Agustus 2025 adalah panggung yang terasa seperti dunia lain.

 WTT (World Table Tennis), yang dimulai pada 2021, terus berevolusi sebagai event tenis meja yang mengusung tepat slogan “perusakan dan penciptaan”.

 WTT berada di bawah naungan ITTF (International Table Tennis Federation), tetapi sebagai organisasi komersial, lembaga ini menjadikan tenis meja sebagai hiburan, mengaitkannya dengan peringkat dunia, dan juga mengelola turnamen usia muda. Kini, ITTF hanya menyelenggarakan beberapa turnamen seperti Kejuaraan Dunia dan Piala Dunia, sementara banyak event utama telah ditangani oleh WTT. Sejak pandemi COVID-19, struktur dunia tenis meja berubah besar.

Konten ini adalah konten berbayar

Dengan berlangganan, Anda dapat mengakses semua artikel berbayar

Bagikan