O-KOKU
卓球王国

The worlds leading table tennis magazine, since 1997

O-KOKU
“Oh begitu, jadi inilah alasan tenis meja itu ada” Apakah tenis meja efektif untuk mencegah dan memperbaiki demensia!? T-NEXT mulai serius menguji

“Oh begitu, jadi inilah alasan tenis meja itu ada” Apakah tenis meja efektif untuk mencegah dan memperbaiki demensia!? T-NEXT mulai serius menguji

Tenis meja adalah “olahraga yang mengaktifkan otak” T-NEXT dan MITS, melalui penelitian bersama untuk pencegahan dan perbaikan demensia, mengonfirmasi aktivasi di prefrontal cortex

Pada 31 Juli, T-NEXT, sebuah general incorporated association di Jepang, mengumumkan hasil survei awal dari “penelitian bersama tentang pencegahan dan perbaikan demensia melalui tenis meja” yang dijalankan bersama MITS Technologies Co., Ltd.

Dalam uji pendahuluan yang melibatkan empat lansia sehat berusia 60-an hingga 80-an, terkonfirmasi adanya perubahan aktivitas yang jelas dan aktivasi pada prefrontal cortex semua partisipan setelah bermain tenis meja. Ini menunjukkan secara ilmiah bahwa tenis meja bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan olahraga yang merangsang fungsi kognitif otak.

■ Poin utama pengumuman

Aktivasi prefrontal cortex: “pusat komando” otak yang mengatur pengambilan keputusan dan kontrol emosi aktif pada semua partisipan.

Efisiensi pemrosesan otak: beban yang tidak perlu pada pemrosesan visual berkurang, sehingga beralih ke kondisi yang efisien tanpa disertai kelelahan.

Peningkatan motivasi dan emosi positif: terbukti meningkatkan bukan hanya daya pikir, tetapi juga “semangat” dan perasaan yang lebih positif.

■ Kekuatan khas tenis meja yang mengatur ulang “gigi otak” para lansia

Dalam survei ini, dilakukan analisis berpresisi tinggi dengan menggunakan alat pengukur gelombang otak (buatan g.tec medical engineering). Hasilnya, lobus frontal yang berperan dalam fungsi perhatian dan kontrol kognitif pada lansia menunjukkan aktivasi yang kuat, dan selain itu juga teramati aktivasi dominan di bagian frontal kiri yang terkait dengan pemeliharaan motivasi.

Selain itu, terungkap pula fenomena di mana jaringan saraf untuk perencanaan gerakan dan kontrol tubuh tersambung kembali dengan smooth, serta setelah bermain beban berlebihan pada lobus oksipital ditekan, sehingga otak berada dalam kondisi “hemat energi dan efisien” yang tetap rileks namun tajam.

Tenis meja adalah olahraga seumur hidup yang memberi beban kecil pada tubuh dan berisiko cedera rendah, namun sekaligus merupakan olahraga multitugas tingkat tinggi yang melakukan “memprediksi gerakan lawan” dan “mengambil keputusan seketika” secara bersamaan. Melalui penelitian ini, efektivitasnya dari sisi ilmu otak telah dibuktikan.

■ Prospek ke depan dan ajakan bermitra

Komentar dari perwakilan direktur T-NEXT, Yosuke Kurashima

“Tenis meja bukan hanya menggunakan seluruh tubuh, tetapi juga menuntut aktivitas kognitif tingkat tinggi. Mulai dari ketajaman penglihatan terhadap gerakan, memprediksi gerakan lawan, lalu mengambil keputusan seketika dan bermain, rangkaian aktivitas kognitif seperti itu terus diulang tanpa henti. Selain itu, kemampuan memproses informasi yang kompleks, yang bisa disebut sebagai double task dan kadang triple task, dilakukan secara alami; menurut saya, itulah salah satu ciri besar yang khas dari tenis meja.

Selain itu, tenis meja adalah olahraga seumur hidup yang tidak terpengaruh cuaca dan bisa dimulai dengan biaya relatif terjangkau di ruang yang kecil. Bukan hanya bisa dinikmati oleh berbagai generasi, dari anak-anak hingga lansia, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing, misalnya melalui large ball atau tenis meja sambil duduk. Lebih jauh lagi, mempertahankan rally itu sendiri adalah sumber kesenangan dalam tenis meja. Saat bermain rally dengan opponent, percakapan dan senyum muncul secara alami, dan hubungan antarmanusia pun terbangun. Bukan hanya soal saling bersaing, tetapi juga saling mendukung dan berbagi kesenangan; itulah juga daya tarik besar dan ciri khas tenis meja.

Melalui sudut pandang ilmu otak paling mutakhir, kami sangat berterima kasih kepada semua pihak di MITS Technologies Co., Ltd. yang telah memverifikasi potensi tenis meja seperti ini dan memvisualisasikan nilai barunya. Fakta bahwa potensi yang selama ini secara empiris dirasakan di dunia tenis meja kini ditunjukkan sebagai bukti ilmiah adalah langkah besar bagi masa depan tenis meja.

Survei awal kali ini memang masih berupa uji pendahuluan, tetapi kami melihatnya sebagai langkah pertama yang menunjukkan bahwa tenis meja bukan hanya olahraga kompetitif, melainkan juga berpotensi berkontribusi pada pemanjangan usia sehat, pemeliharaan fungsi kognitif, dan bahkan penerapan untuk pencegahan demensia, sehingga dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Ke depan, T-NEXT akan terus menumpuk penelitian dan, bersama bukti ilmiah, menyampaikan kepada masyarakat nilai yang hanya bisa diwujudkan karena tenis meja, serta memperluas “hidup dengan tenis meja” sebagai budaya baru.

Melalui penelitian bersama ini, kami ingin agar semakin banyak orang merasakan hal tersebut, dan menargetkan masa depan di mana tenis meja diakui secara luas bukan hanya sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai olahraga yang menopang kesehatan, senyum, dan hubungan antarmanusia.”

Yosuke Kurashima, perwakilan direktur T-NEXT, yang bermain dengan para partisipan

Bagikan