O-KOKU
卓球王国

The worlds leading table tennis magazine, since 1997

O-KOKU
Teori 20 tahun dalam kehidupan 卓球: “Di mana mereka habis terbakar, dan di mana mereka meletakkan raket?”

Teori 20 tahun dalam kehidupan 卓球: “Di mana mereka habis terbakar, dan di mana mereka meletakkan raket?”

Ada teori bahwa “masa aktif seorang atlet top adalah 20 tahun”. Apakah ini juga berlaku bagi pemain top 卓球?
Yang membuat 卓球 berbeda dari cabang olahraga lain adalah kenyataan bahwa sangat banyak pemain yang mulai berlatih sejak taman kanak-kanak atau kelas rendah sekolah dasar. Fakta bahwa Asosiasi 卓球 Jepang menata turnamen untuk kelompok usia muda demi menemukan talenta sejak dini jelas menjadi salah satu faktor yang menopang kekuatan “卓球 Jepang” saat ini.
Namun, bagi para pemain yang sejak kecil berada di dunia persaingan ekstrem, sindrom “burnout” setelah melewati usia 20-an dan menjaga motivasi adalah tantangan yang tak bisa dihindari. Sekali lagi, kami ingin memikirkan seperti apa seharusnya “kehidupan 卓球” seorang pemain.

Sisi terang dan gelap pendidikan dini

Waktu pemain 卓球 Jepang mulai memegang raket kini sudah sangat dini. Pelopor tren usia muda ini adalah Ai Fukuhara, atau “Ai-chan”. Pada 1990-an ia ramai diberitakan media sebagai gadis 卓球 jenius, dan bukan hanya popularitasnya, ia juga menyapu bersih gelar nasional dari Bamby hingga umum. Itu bukan semata bakat, melainkan buah dari usaha berkelanjutan dan lingkungan yang dibangun, seperti menempatkan pelatih khusus untuknya.

Hal itu kemudian menjadi salah satu model, dan Mima Ito serta Miu Hirano, misalnya, menumpuk latihan yang teratur dan berkelanjutan sejak kecil, berprestasi di dalam negeri, lalu melompat ke panggung internasional sejak awal usia belasan. Ini kemudian menjadi semacam model penguatan ala Jepang. Setelah itu, kakak-adik Tomokazu Harimoto dan Miwa juga mengikuti jejak tersebut.

Di dunia olahraga ada masa yang disebut “golden age”. Perkembangan sistem saraf manusia dikatakan selesai 80% pada usia 5–8 tahun dan 100% pada usia 9–12 tahun. Berdasarkan teori itu, memulai 卓球 sekitar usia 5 tahun dan melatih sistem saraf secara menyeluruh hingga usia 12 tahun (kelas 6 SD) bisa dibilang masuk akal.

Konten ini adalah konten berbayar

Dengan berlangganan, Anda dapat mengakses semua artikel berbayar