O-KOKU
卓球王国

The worlds leading table tennis magazine, since 1997

O-KOKU
Pandangan Jun Mizutani: “Sampai kapan rasa percaya diri yang berlebihan dan keberanian Matsushima ini akan terus bertahan?”

Pandangan Jun Mizutani: “Sampai kapan rasa percaya diri yang berlebihan dan keberanian Matsushima ini akan terus bertahan?”

Bagi pemain tenis meja Jepang, Kejuaraan Tenis Meja Seluruh Jepang, yang disebut “All Japan”, adalah ajang yang istimewa.
Ini adalah panggung tertinggi di dalam negeri dengan sejarah lebih dari 80 tahun, dan pada masa lalu juga pernah menjadi ajang seleksi wakil Jepang untuk Kejuaraan Dunia. Menjuarai turnamen ini kadang lebih sulit daripada menang di turnamen internasional, dan semua pemain top mempersiapkan kondisi mereka dengan mengincar ajang ini.

Jun Mizutani, yang meraih gelar juara sebanyak 10 kali tanpa pernah terjadi sebelumnya di Kejuaraan Seluruh Jepang dan menyandang nama “raja” sesuka hatinya, menganalisis turnamen yang berlangsung satu setengah tahun lalu. Saat itu, Sora MATSUSHIMA yang masih berusia 17 tahun mengalahkan Tomokazu. HARIMOTO, pemain peringkat teratas dunia, di semi-final dan meraih kemenangan perdana yang sensasional. Apakah kemenangan yang mengejutkan itu sudah memberi isyarat akan gelar juara di WTT Smash USA 2026 kali ini?

《Menganalisis Tunggal putra Kejuaraan Seluruh Jepang 2025》

Jun Mizutani 
Peraih medali emas Olimpiade Tokyo, juara Kejuaraan Seluruh Jepang 10 kali

Kunci victory adalah keberanian Sora MATSUSHIMA dalam melakukan service

Sora MATSUSHIMA mengubah service setiap poin, memadukan 8 jenis service sambil menyisipkan long service

 Pertama, mari kita lihat kembali Match semi-final antara Sora MATSUSHIMA (Kinoshita Group) dan Tomokazu. HARIMOTO (Tomokazu Kikaku).

●Semi-final Tunggal putra

Sora MATSUSHIMA   13-11、9ー11、11-7、13-11、11-7  Tomokazu. HARIMOTO 

 Dalam Match ini, service Sora MATSUSHIMA sangat berani. Ciri khasnya adalah, entah service-nya efektif atau tidak, dia terus mengarahkannya ke berbagai tempat.

 Seorang Player biasanya ingin terus memakai service yang sedang efektif, tetapi dia mengubah service-nya setiap poin. Dengan sidespin dan topspin, serta mengubah posisi berdiri, dia bisa membedakan sekitar 8 jenis service. Selain itu, karena frekuensi long service-nya juga tinggi, lawan harus mengantisipasi 8 jenis service sekaligus tetap waspada terhadap long service. Karena itu, tekanan pada sisi receive sangat besar. Cara melakukan service seperti ini sama dengan milik Timo Boll (Jerman/peraih medali Olimpiade).

Konten ini adalah konten berbayar

Dengan berlangganan, Anda dapat mengakses semua artikel berbayar

Bagikan