O-KOKU
卓球王国

The worlds leading table tennis magazine, since 1997

O-KOKU
[Arsip Monolog Xu Yinsheng Vol.1] Pemimpin karismatik berbicara tentang sejarah 卓球 Tiongkok. Bagaimana 卓球 Tiongkok terkuat dibangun

[Arsip Monolog Xu Yinsheng Vol.1] Pemimpin karismatik berbicara tentang sejarah 卓球 Tiongkok. Bagaimana 卓球 Tiongkok terkuat dibangun

Fondasi dari tenis meja Tiongkok yang kokoh, sang karisma — Xu Yinsheng.

Sambil menampilkan senyum lembut, ia membangun teori kepelatihan dengan kecerdasan yang tajam, dan dijuluki “Zhiduoxing” serta “Zhijiang”; dialah sosok yang membentuk Tiongkok yang tak terkalahkan. Monolognya pada usia 76 tahun (saat itu, 2009) juga menjadi saksi sejarah tenis meja. <2009>

Terjemahan=Iseki Kinuko・Xie Jing・Yanagisawa Taro (Yanagisawa Taro)

Foto=Takahashi Kazuhiro  Kerja sama=Pingpong Dunia

“Kita sampai sekarang pun sama sekali tidak boleh melupakan. Hasil baik yang diraih tenis meja Tiongkok adalah berkat ‘para pahlawan tanpa nama’.”

Xu Yinsheng/ Xu Yinshion (Jo Yinsei)
Lahir pada 12 Mei 1938, berasal dari Shanghai. Anak bungsu dari delapan bersaudara. Gaya bermainnya adalah penholder tangan kanan, serang cepat dengan karet keras. Saat bersekolah di Shanghai Guangda Middle School, ia masuk tim pelajar Shanghai pada tahun 1955, dan tahun berikutnya masuk tim Shanghai. Pada 1959 ia masuk tim nasional, dan pada kejuaraan dunia di Dortmund pada tahun yang sama tampil untuk pertama kalinya. Pada Kejuaraan Dunia Tenis Meja ke-26 tahun 1961, sebagai pemain utama tim putra, ia berkontribusi pada gelar juara pertama tim putra Tiongkok. Ia tampil di empat Kejuaraan Dunia berturut-turut hingga turnamen Ljubljana 1965. Ia meraih total empat medali emas: tiga di ganda putra dan satu di Ganda putra. Dengan permainan cerdasnya, ia dipuji sebagai “Zhiduoxing”. Pada 1977 ia diangkat menjadi wakil direktur Komite Olahraga Nasional Tiongkok (kini Administrasi Umum Olahraga Nasional) = wakil menteri olahraga, lalu pada 1979 menjadi ketua generasi kedua Asosiasi Tenis Meja Tiongkok, dan selama 30 tahun aktif sebagai tokoh terdepan tenis meja Tiongkok. Pada 1995 ia menggantikan Roel Hammarland sebagai ketua generasi kelima Federasi Tenis Meja Internasional (mundur pada 1999). Pada 2009 ia mundur dari jabatan ketua Asosiasi Tenis Meja Tiongkok dan diangkat sebagai ketua kehormatan

Terkadang, para penggemar berbaris di meja, dan pertandingan sistem gugur satu bola juga digelar

Tiongkok pertama kali ikut serta dalam Kejuaraan Dunia pada 1953. Enam tahun kemudian, pada 1959, Xu Yinsheng tampil di panggung dunia sebagai wakil Tiongkok. Sebagai pemain, lalu sebagai pelatih, lelaki inilah yang membimbing tenis meja Tiongkok sejak masa awal pembentukannya.

Xu Yinsheng lahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara di Shanghai pada masa kekacauan di Tiongkok, dan menemukan tenis meja di tengah zaman yang bergolak.

◇◇

Xu Yinsheng Sebelum berdirinya Tiongkok (49), saat saya masih kecil, fasilitas sekolah di Shanghai tidak terlalu baik. Sekolah dasar saya berada di dalam gang kecil. Tentu saja tidak ada fasilitas olahraga, bahkan alat bermain pun tidak ada. Sebagai permainan, kami menarik garis di tanah, membuat net dari batu bata, lalu jongkok di tanah untuk menikmati pingpong. Saat rally makin sengit, kadang kami berdiri dan memukul bola. Dibandingkan permainan lain, permainan ini punya unsur strategi menang-kalah, jadi lebih menarik.

Setelah itu saya mulai bermain di table yang terbuat dari papan pintu, lalu bermain di fasilitas rekreasi milik perusahaan atau di table sederhana yang ditempatkan di dalam toko. Saat saya duduk di bangku SMP, di kota mulai bermunculan fasilitas umum untuk para pekerja yang bernama seperti “Gongren Wenhuagong”. Terkadang, para penggemar berbaris di meja, dan pertandingan sistem gugur satu bola juga digelar. Begitu berdiri di depan table, pertama-tama kami bertanding dengan ball yang kami bawa sendiri, dan jika menang, kami menerima ball dari orang berikutnya yang datang ke table.

Konten ini adalah konten berbayar

Dengan berlangganan, Anda dapat mengakses semua artikel berbayar